Sun International terus memperluas jangkauannya di Afrika dengan peluncuran terbaru platform Sunbet di Namibia. Langkah ini menandai ekspansi ketiga Sunbet di benua tersebut, setelah sebelumnya berhasil memasuki pasar di Botswana dan Afrika Selatan. Kerja sama dengan Bede Gaming yang telah berjalan sejak 2017 terus mendukung pengoperasian Sunbet di wilayah ini.
CEO Sunbet, Simon Gregory, menyatakan bahwa pengenalan pasar Namibia merupakan langkah logis berikutnya setelah sukses di Botswana. Namibia yang merupakan mitra dagang utama Afrika Selatan, dipandang sebagai lokasi strategis untuk memperkuat kehadiran Sunbet. “Kami berharap dapat menghadirkan pengalaman Sunbet yang terpercaya dan membangun reputasi kuat di Namibia,” ujar Gregory.
Strategi Digital Sun International
Dalam laporan keuangan tahun 2025 yang dirilis Maret lalu, Sun International mencatat peningkatan pendapatan sebesar 7,1% menjadi R12,9 miliar, setelah mengesampingkan dampak penghentian sewa untuk Table Bay Hotel. Sunbet menjadi penopang utama dengan lonjakan pendapatan tahunan sebesar 75,9% mencapai R2,1 miliar, sementara EBITDA yang disesuaikan meningkat 109,6% menjadi R744 juta.
CEO Ulrik Bengtsson menyampaikan rencana untuk menggandakan pangsa pasar Sunbet di sektor online Afrika Selatan, yang saat ini berada di angka 4,5%. Dalam wawancara, Bengtsson mengungkapkan investasi besar-besaran pada personel dan produk untuk mencapai target ambisius tersebut. “Kami memulai dengan strategi yang tepat dan langkah konkret menuju tujuan ekonomi kami,” katanya.
Bengtsson juga menyebutkan potensi strategi organik sebagai fokus utama, meskipun akuisisi dapat dipertimbangkan di masa depan. “Setelah beberapa komponen teknologi kami siap, itu membuka peluang untuk melakukan akuisisi dengan cara yang berbeda,” tambahnya, menunjukkan potensi skenario ini di masa mendatang.